Lain-lain

Kebudayaan Unik Korea Selatan Yang Jarang Diketahui

Kebudayaan Korea Selatan

Kebudayaan unik Korea Selatan - Setiap warga memiliki tradisi dan budaya yang unik yang menarik wisatawan untuk mengunjungi negara ini. Korea Selatan memiliki daya tarik tersendiri akan sebuah tradisi budaya yang unik dan menarik wisatawan untuk mendapatkan ketanah ginseng. Setelah keunikan tradisi khas dan budaya Korea Selatan, sangat menarik untuk didengar, sebagai berikut:

1. Makan Gurita Masih Hidup

Perusahaan Korea menyebut istilah Nakji. Kehidupan gurita potong kecil dan disajikan dalam bentuk yang dipotong-potong dan ditaburi biji wijen, biasanya tentakel gurita tentakel-masih menyusut. Cara makan warga Korea sangat khas sambil makan hidangan ini adalah dengan Menyeruputnya.

Baca juga: Kebudayaan Korea

2. Sauna Unik

Korea Selatan memiliki pemandian umum dan sauna buka 24 jam dan memiliki cukup ruang untuk tidur. Begitu banyak orang malam itu juga jika Korea dan tidak dapat menjadwalkan transportasi umum di malam hari, mereka akan mencari jenis tempat tidur. Mereka menyebutnya jjimjilbang. Tempat-tempat seperti juga menawarkan berbagai macam minuman beralkohol, minuman dan ramen, biasanya, yaitu Shikhye (beras manis es minuman).

3. Jajan Jam 4 Pagi

Karena Korea cenderung bergaul sampai beberapa jam pertama, mereka menjadi lapar. Ini adalah jalan jajanan jadi target. Pkl di Korea Selatan biasanya dijual dalam mobil terbuka dan menyediakan meja dan kursi untuk dijual atau di tenda-tenda. Makanan yang dijual cukup banyak mengguggah selera, seperti crepe dengan bawang hijau (pagen), tempura, kimbap atau Tteokbokki.

4. Pesta Lumpur

Di negara ginseng, Lumpur utama sudah menjadi tradisi. Pada kenyataannya, banyak tempat memiliki tanah Lumpur besar. Masyarakat percaya bahwa Lumpur benar-benar bagus untuk kulit. Hal ini tidak mengherankan bahwa keadaan orang-orang membuat sebuah festival untuk Memeriahkannya. Festival dari perusahaan lokal buatan Komestik. Pesta Lumpur Boryeong Festival. Sejak tahun 1998 diketahui dan telah menjadi objek wisata. Festival berlangsung selama dua minggu pada bulan Juli.

5. Budaya Pernikahan

Keturunan keluarga budaya Korea didasarkan pada sistem Patrilinial. Laki-laki memainkan peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan dipaksa untuk bekerja. Budaya Korea pernikahan juga memiliki rasa hormat besar untuk kesetiaan. Janda, jika suaminya telah meninggal muda, Dizinken tidak menikah kembali dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Hal ini juga terjadi untuk seorang duda yang harus melayani istrinya orang tua, bahkan jika istrinya yang mati muda.

Mungkin itu saja yang dapat saya kasih kepada anda mengenai kebudayaan korea selatan yang perlu diketahui. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

BAGIKAN KE ORANG TERDEKAT ANDA

Penulis : Buchan

Saya adalah seorang pemuda yang sangat giat menulis artikel di beberapa website dengan berbagai niche.